Salam Gudeg

HAI 👋 saya Khun.

Selamat datang di blog mini saya 💙 Ini blog yang sudah lama saya impikan, yang isinya melulu soal Jogja.

Konsep semula, dalam impian itu, sebetulnya tidak persis begini. Blog idaman itu lebih mirip “ensiklopedia” a-z mengenai Jogja. All about-lah. Dari soal “garis imajiner” sampai kucing hilang 🐅 Kalau di era marak digital ini, kita mengenalinya sebagai Wikipedia.

Namun, jujur, impian itu makin hari kian muluk saja. Disebabkan beberapa alasan, termasuk isi dompet, gagasan itu jadi serumpun awan. Saya izinkan dia mengembara entah ke mana ðŸ’Ļ

Saat teknologi kian canggih, semisal menjamurnya platform aplikasi yang kian mengarah ke superApp, hiks, dia belum juga kembali.

Kemudian datang masa kita (kita? kamu aja kalee) dikepung berita lemahnya budaya literasi, masifnya rebahan, serta membanjirnya konten ngabur-ngibul.

Makin lengkap saat pandemi tiba, menggerus industri perbukuan dengan segala masalah yang tak berujung–mungkin terutama soal modal kerja, pembajakan, dan persebaran softcopy buku (baca: pdf).

Itulah pemantik dini, sebelum tiba pada keinginan untuk menyadur slogan kampanye presiden amrik periode lalu yang jambul rambutnya keren itu, “make blogging great again“! 💊ðŸŧ

Alih-alih bikin komunitas dan hestek, atau petisi, dengan segala kelabakan, lahirlah ceritakhun.com Usai itu, perlahan, ada suara berbisik–suara impian masa lalu itu.

Teknologi kini jauh lebih maju. Blogging bisa dilakukan dengan mudah. Sudah tersedia App. Banyak hal terselesaikan di smartphone.

Blog ini juga dengan mulus diwujudkan oleh kombinasi teknologi dan kesadaran untuk menurunkan level impian saya itu. Tidak lagi sekelas itu. Namun dimulai dengan gaya curcol dan format konten mini sesuai natur gawai.

Dengan alasan curcol, di blog ini saya menulis dengan dan untuk bahagia. Kan, katanya, bahagia itu sederhana ðŸĪ­ Kalau bahasa konten kreator, nulis organik yang gue banget. Bahasa canggihnya, casual-lite-witty style 😎

“Opo kuwi?”

ðŸĪ”

“Mboh! Ra’sah takon-takon.”

“Keakean cangkem, ki!”

ðŸĪŠðŸĪŠðŸĪŠ

“Yowes! Aku ta’ mabur! Trimkokas, yoo!”

“Sek, sek, trimkokas iku opo toh?”

“Mocolah, aku wes ngoceh di sini panjang + lebar + tinggi = luas!”

“Oh, yoyo wes. Trimkokas nggeh.”

🙏

ðŸĪŦ pengin ngepoin versi panjang? Yuk ke sini.